Jumat, 19 Februari 2010

Document fLow Pembuatatn KRS





Penjelasan dari Document Flow pembuatan KRS :
  1. Mahasiswa pergi ke bagian PSMA(Front Office) dan menyerahkan blanko merah ke petugas PSMA.
  2. Kemudian blanko diperiksa dan mahasiswa dipanggil masuk untuk mengisi data KRS.
  3. Mahasiswa mengambil FRS yang terdapat di bagian PSMA yang sebelumnya sudah didistribusikan oleh BAAK dan kemudian mengisi data KRS.
  4. Data KRS dikirimkan secara on-line ke bagian Ketua Jurusan untuk diperiksa dan disetujui, lalu dikirimkan kembali secara on-line ke bagian BAAK untuk diperiksa dan disetujui.
  5. Setelah disetujui, KRS ditempel foto, dicap dan difotokopi oleh petugas PSMA. Untuk kemudian KRS diberikan ke mahasiswa dan fotokopinya diserahkan kepada Ketua Jurusan dan BAAK.

Rabu, 06 Januari 2010

Menulis Puisi

Sepi ku di Puncak



Di atas balkon kamar, ku termenung sendirian.

Di hadapanku terlihat puncak gunung yang begitu indah.

Namun sayang, perlahan ia mulai tertutup oleh kabut.

Putih, pekat dan sangat menyedihkan…


Sedikit demi sedikit, hujanpun turun.

Dingin, dan cukup memilukan…

Sambil ditemani hujan, ku berharap sesuatu.


Ku senandungkan lagu-lagu indah yang kusuka.

Damai, damai sekali menentramkan hati.

Tapi KENAPA, kenapa aku merasa semakin sendiri !!

Aku benci perasaan ini..


Ingin menangis, akupun tidak bisa.

Aku hanya tertahan, dan menangis dalam hati.

“Apakah aku terlalu BODOH,

menantikan sapaan hangat yang kurindukan ??”


Sunnguh kubenci perasaan ini…


Pengarang : Nofeldy Pratomo P.



Menulis Artikel

Melipat Kertas

Kertas merupakan salah satu media yang paling sering digunakan untuk tulis menulis. Tapi pernahkah kalian berfikir untuk melipat-lipat kertas ? Berapa lipatan simetris terkecil yang dapat kalian lakukan ? faktanya adalah seberapapun lebarnya sebuah kertas, kertas tersebut hanya bisa dilipat maksimal 6 kali lipatan sempurna. Penasaran ?? Silahkan kalian coba.

Sumber : Buku “Unik Tapi Fakta, Aneh Tapi Nyata”

Menulis Artikel

Perkalian Unik


Kita semua pasti sudah akrab dengan perkalian 1 X 2 = 2 atau 3 X 3 = 9. Tapi mungkin, kalian tidak pernah menyangka ada beberapa perkalian yang sangat unik, yakni:

  • 111.111.111 X 111.111.111 = 12.345.678.987.654.321, dan
  • Perkalian angka 9. Perkalian angka 9 dengan semua bilangan, hasilnya akan menghasilkan angka 9 jika digit dari hasil perkalian tersebut dijumlahkan hingga bilangan terkecil. Contoh : 9 X 5 = 45 (4 + 5 = 9), 9 X 9 = 81 (8 + 1 = 9), 9 X 98 = 882 (8 + 8 + 2 = 18 => (1 + 8 = 9)).

Unik bukan ?? Selanjutnya...silahkan kalian temukan lagi, perkalian unik yang lainnya.


Sumber : Buku “Unik Tapi Fakta, Aneh Tapi Nyata”


ArtikeL

Menara Pisa Salah Desain


Mengapa Menara Miring di Pisa Italia bisa berdiri dengan miring ?

Sebetulnya menara tersebut dibangun, bukan sengaja untuk dapat berdiri dengan miring. Melainkan terjadi karena kesalahan desain.

Hal ini dimulai pada saat menara itu mulai dibangun, yaitu tahun 1174. Bonanno Da Pisa sang arsitek, melakukan kesalahan dengan mendirikan pondasi hanya sedalam 3 meter. Bisa dibandingkan dengan tinggi menara yang nantinya akan dibangun mencapai 56 meter.

Akibatnya, di tengah pembangunan menara, tanah disekitar menara bergeser, hingga membuat menara tersebut menjadi miring. Dan tentu saja hal tersebut, membuat pembangunan harus dihentikan.

Pada tahun 1350, pembangunan menara tersebut dilanjutkan kembali dan sapat diselesaikan, dengan 3 dari 8 tingkatnya sibangun vertikal untuk mengubah titik grafitasi menara yang telah melenceng hampir 5,1 meter dari desain semula.

Meski begitu, walau sudah dikoreksi menara tersebut tetap bergerak miring sampai sekarang. Dan setiap tahunnya akan bertambah miring hinnga beberapa millimeter.


Sumber : Buku “Unik Tapi Fakta, Aneh Tapi Nyata”

Selasa, 29 Desember 2009

Menulis Otobiografi

Otobiografi Diri Sendiri


Nofeldy Pratomo Putro adalah seorang mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi Swasta, Universitas Gunadarma.

Dilahirkan di kota Bekasi pada tanggal 30 November 1989. Ia memulai pendidikan pertamanya di taman kanak-kanak TK Al-Manaar, Bekasi. Kemudian ia meneruskan ke tingkat sekolah dasar di SDN Teluk Pucung VII, Bekasi Utara. Pada tingkat VI smester 2 akhir sekolah dasar ia berhasil mendapatkan juara kelas peringkat ke-2 yang tanpa ia duga-duga sebelumnya. setelah lulus sekolah dasar, ia melanjutkan pendidikannya di SLTPN 21 BEKASI. Namun pada tingkat 2, ia sekeluarga pindah rumah ke daerah Cibinong, Bogor atas kehendak dari kakeknya. Lalu ia meneruskan sekolahnya di SLTPN 2 CIBINONG. Pada tingkat 3, ia meraih prestasi sebagai juara kelas peringkat ke-1 dan berhasil mempertahankan prestasinya hingga akhir smester II. Ia berhasil lulus UAN dengan nilai yang sangat memuaskan.

Setelah itu ia menjutkan pendidikannya ke tingkat sekolah menengah atas di SMAN 1 CIBINONG. Pada tingkat inilah ia mulai mengalami penurunan prestasi yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan oleh pengaruh lingkungan belajar yang tidak efektif dan beberapa faktor eksternal-internal lainnya. Meskipun begitu ia berhasil lulus UAN dengan nilai yang lumayan. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang Strata 1 Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer di perguruan tinggi swasta Universitas Gunadarma.

Mahasiswa yang gemar membaca buku, bermain game, menonton film-film animasi dan suka bermain alat musik gitar ini, bercita-cita agar dapat segera hidup mandiri dan mempunyai keluarga yang sakinah mawadah warohmah.

(^_^)v

Menulis Historiografi Orangtua

Hijrah Membawa Cinta

Ibuku bernama Feliyani. Ia Lahir pada tanggal 16 Februar1965 disebuah kota yang dekat dengan pesisir pantai, kota tersebut barnama Pangkal Pinang. Beliau bearsal dari seorang ayah yang asli pribumi Bangka dan seorang ibu yang merupakan orang Tionghoa.

Semasa mudanya ibuku mempunyai prestasi yang sangat bagus, baik dalam bidang kesenian maupun keagamaan. Prestasi itu diantaranya, pada waktu kelas 3 SD ia sudah pandai membaca Al-Quran denga tajwid-tajwidnya, di kelas 5 SD Ibuku mengikuti kegiatan Qosidahan dan binamusika. Di samping itu, di kelas 5 SD Ibuku juga mendapatkan Rangking 1 di kelasnya.

Hingga menginjak kelas 1 SMP selain mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya (terutama di bidang seni yaitu vokal group dan seni tari), ibuku juga masuk sebagai anggota drumband yang dimiliki oleh perusahaan PT. Timah, Bangka. Dan ketika ibuku dipilih sebagai mayoret di dalam drumband tersebut karena kepiawaiannya memainkan tongakat dan memimpin barisan. Ibuku memainkan tongkat seakan-akan tongkat itulah yang hidup dan mengikuti gerak tangannya. Hingga akhirnya dia berhenti sebagai mayoret pada saat kela 3 SMA karena alas an tertentu.

Setelah tamat SMA ibuku hijrah ke Jakarta bersama kakaknya dan tinggal di daerah Jelambar, Komplek Perhubungan, Jakarta. Di Jakarta Ibuku mengikuti kursus akutansi di YPAMI dan setiap minngunya ibuku mengikuti kegiatan remaja masjid.

Di tempat itulah ibuku berjumpa dengan seorang laki-laki bernama Edi Kuncoro (yang sekarang adalah ayah saya). Hal tersebut bermula dari ayah saya yang sering bermain ke rumah temannya yang kebetulan bersebelahan dengan tempat tinggal ibuku. Setiap ibuku pulang mengaji, Ibuku sering bertemu dengan ayahku. Hingga akhirnya merekapun saling berkenalan.

Setelah perkenalan tersebut, ayahku sering berkunjung ke tempat tinggal ibuku. Hubungan mereka ternyata diketahui oleh orangtua ibuku di Bangka. Mereka kurang setuju kalau ibuku mempunyai pacar orang Jakarta, terutama ayah dari ibuku. Beliau khawatir dan takut, kalau-kalau ibuku hanya dibuat main-main saja. Akhirnya Ibuku disuruh pulang ke Bangka oleh orangtuanya dengan alas an ayahnya sakit keras. Dan Ibukupun pulang ke Bangka.

Sesampainya di bangka ternyata ayah dari ibuku tidak sakit, hingga ibuku menjadi sangat kesal sekali karena merasa telah dibohongi. Hampir setiap hari ibuku menunjukkan sikap yang kurang menyenangkan kepada kedua orangtuanya. Dan ibuku berkata kepada mereka, bahwa ia akan kembali lagi ke Jakarta, akan tetapi hal tersebut tidak diijinkan oleh orangtuanya. Hingga akhirnya ayah dari ibukupun berkata : “Kamu boleh pergi ke Jakarta, asalkan pacarmu itu datang ke Bangka dan melamar kamu, baru Ayah izinkan. Tapi kalau kamu tetap berdikeras tetap pergi ke Jakarta lagi, terserah… tapi ketika kamu pulang ke Bangka nanti, kamu tidak akan melihat ayah lagi.” Akhirnya ibukupun mengungkan niatnya untuk pergi ke Jakarta. Ibuku dan ayahku masih berhubungan dengan mengirimkan surat.

Persis satu tahun sudah semenjak kepulangan ibuku ke Bangka. hingga suatu hari ayahnya mendadak jatuh sakit dan penyakitnya tersebut menyebabkan beliau meninggal dunia. Dan dengan penuh haru, ibuku mengabarkan peristiwa tersebut kepada ayahku yang berada di Jakarta. Berselang 40 hari kemudian, akhirnya ayahku datang bersama kedua orangtuanya untuk melamar ibuku. Dan pada tanggal 9 Maret 1989 mereka berdua melangsungkan pernikahan di Bangka.

Setelah dua minggu ayahku berada di Bangka, akhirnya ibuku diboyong ke Jakrta dan tinggal bersama orangtua ayahku. Setelah dua bulan kemudian mereka berpindah ke rumah mereka yang terletak di perumahan Taman Wisma Asri, Bekasi. Dan Pada tahun 2002 kami sekeluarga pindah rumah ke perumahan Pabuaran Asri Cibinong, Bogor hingga sekarang. Mereka berdua hidup dengan rukun dan damai.